Endingnya Gini! Aku Menatap Bulan, Dan Bulan Menatap Balik Dengan Mata Serupa Matamu

**Malam yang Menggigil** Hujan merajam atap paviliun seperti amarah yang terpendam. Di dalam, Xiang Mei menatap lentera yang cahayanya menari-nari lemah, serupa dengan hatinya yang diporak-porandakan. Delapan tahun. Delapan tahun sejak malam itu, malam pengkhianatan yang merenggut seluruh dunianya. Angin mendesir melalui celah-celah kusen, membawa serta aroma melati—aroma yang dulu begitu melekat dengan Lin Feng, lelaki yang pernah menjadi mataharinya. Dulu. Kata itu bergaung hampa di benaknya. Dulu, mereka berjanji akan menua bersama di bawah rembulan yang sama. Dulu, ia percaya pada setiap bisikan cintanya. Pintu berderit terbuka. Lin Feng berdiri di ambang pintu, bayangannya memanjang dan patah di lantai basah. Wajahnya, yang dulu begitu mempesona, kini dipenuhi kerutan penyesalan. Matanya, *mata itu*, mata yang dulu selalu menatapnya dengan penuh puja, kini redup dan menyimpan kesedihan yang mendalam. "Xiang Mei..." suaranya serak, nyaris tenggelam dalam deru hujan. Xiang Mei tidak menjawab. Ia hanya menatapnya, matanya sedingin bilah pedang. Ia ingat setiap detail malam itu: Lin Feng, berlutut di hadapan wanita lain, mengucapkan janji yang sama yang pernah ia ucapkan padanya. Luka itu menganga lebar, tidak pernah sembuh. "Aku tahu aku telah menyakitimu," lanjut Lin Feng, mendekat perlahan. "Aku tahu aku tidak pantas dimaafkan." Xiang Mei tersenyum pahit. Senyum yang tidak mencapai matanya. "Kau benar, Lin Feng. Kau tidak pantas dimaafkan." Ia mengambil secangkir teh dari meja dan menyerahkannya pada Lin Feng. "Minumlah. Kau pasti kedinginan." Lin Feng menerima cangkir itu dengan tangan gemetar. Ia meneguk teh itu perlahan. Rasa teh yang pahit dan getir terasa aneh di lidahnya. "Kau tahu, Lin Feng," Xiang Mei berkata pelan, suaranya nyaris berbisik. "Selama delapan tahun ini, aku telah belajar banyak hal. Aku belajar bagaimana menyembunyikan luka, bagaimana tersenyum di hadapan orang yang aku benci, dan yang paling penting, aku belajar bagaimana **MEMBALAS DENDAM**." Lin Feng tersedak. Ia memegangi dadanya, matanya membelalak ketakutan. Xiang Mei mendekat, mencondongkan tubuhnya ke arah Lin Feng. Ia berbisik di telinganya, "Setiap tetes hujan yang jatuh, setiap bayangan yang patah, setiap cahaya lentera yang padam... semuanya adalah bagian dari rencanaku." Lin Feng jatuh berlutut. Ia menatap Xiang Mei dengan putus asa. "Apa yang telah kau lakukan?" Xiang Mei tersenyum. Senyum yang kali ini penuh dengan kepuasan. "Aku hanya melakukan apa yang seharusnya kulakukan sejak lama. Aku menatap bulan, dan bulan menatap balik dengan mata serupa matamu. *Tapi tahukah kamu, Lin Feng? Bulan itu... telah lama diracuni."*
You Might Also Like: 0895403292432 Agen Kosmetik Modal Kecil

Post a Comment