Dracin Seru: Mahkota Yang Retak Oleh Ciuman

Baiklah, ini dia kisah dracin 'Mahkota yang Retak oleh Ciuman': **Mahkota yang Retak oleh Ciuman** Di jantung Kekaisaran Timur, di mana Aula Emas berkilauan di bawah cahaya ribuan lilin, Kaisar muda Zhao Wei memerintah dengan tangan besi. Namun, di balik tirai sutra dan senyum formal para pejabat, bisikan *PENGKHIANATAN* merayap seperti ular. Zhao Wei, walau muda, sangat menyadari intrik istana. Kekuatan adalah permainan, dan cinta... sebuah kelemahan. Lalu hadirlah Mei Lan, putri dari jenderal yang ditakuti dan sekaligus putri angkat kesayangan Kaisar. Kecantikannya bagaikan bunga teratai di musim semi, namun matanya menyimpan lautan rahasia. Zhao Wei terpesona. Bukan hanya karena kecantikannya, tapi karena keteguhan yang ia lihat dalam diri Mei Lan, kekuatan yang tersembunyi di balik kelembutan. Cinta mereka berkembang di tengah konspirasi. Pertemuan rahasia di taman-taman terlarang, ciuman curian di bawah naungan pohon sakura yang mekar. Zhao Wei berjanji akan menjadikan Mei Lan Permaisurinya, memberikan dunia di kakinya. Mei Lan, sebaliknya, berjanji kesetiaan abadi. Namun, setiap janji adalah pedang bermata dua. Setiap ciuman adalah pertaruhan. "Aku mencintaimu, Mei Lan," bisik Zhao Wei suatu malam, di bawah rembulan yang pucat. "Bersamamu, aku bisa menghadapi apa pun." "Aku akan membuktikan kesetiaanku, Yang Mulia," jawab Mei Lan, matanya berkilat misterius. Namun, *KESETIAAN* bisa memiliki banyak arti di istana. Hari penobatan Mei Lan sebagai Permaisuri tiba. Aula Emas dipenuhi para bangsawan yang berbusana mewah, mata mereka tertuju pada pasangan di singgasana. Zhao Wei, dengan senyum bangga, mengangkat mahkota yang berkilauan di atas kepala Mei Lan. Saat itulah terjadi. Saat mahkota nyaris menyentuh rambut Mei Lan, ia bergerak. Bukan untuk menerima mahkota, tapi untuk menusuk *BELATI* tersembunyi di balik gaunnya ke jantung Zhao Wei! Keheningan membungkam Aula Emas. Zhao Wei menatap Mei Lan dengan mata tak percaya, darah mewarnai jubah naganya menjadi merah tua. "Mengapa?" bisik Zhao Wei, suaranya nyaris tak terdengar. Mei Lan mencabut belatinya, matanya sedingin es. "Kau telah membunuh ayahku, Kaisar. Kau telah merampas takhtanya. Aku hanya membalas dendam." Rupanya, jenderal yang ditakuti itu bukan hanya sekadar jenderal; ia adalah pewaris takhta yang sah, digulingkan oleh Zhao Wei dan ayahnya. Mei Lan telah bersumpah untuk membalaskan dendam, dan cintanya pada Zhao Wei hanyalah *TOPENG* yang sempurna. Dengan kematian Zhao Wei, kekaisaran jatuh ke dalam kekacauan. Mei Lan, yang dulu dianggap lemah, kini berdiri di pusat pusaran kekuasaan. Ia memimpin dengan tangan besi, kebijakan-kebijakannya membuat para pejabat gemetar ketakutan. Balas dendamnya selesai. Atau... apakah baru saja dimulai? Mei Lan duduk di singgasana, mahkota yang ia rebut dari tangan Zhao Wei terasa berat di kepalanya. Ia memandang ke arah Aula Emas, tatapannya dingin dan tanpa ampun. Dan di mata seseorang yang tak pernah dicurigai, tersembunyi tatapan yang sama... penuh *PEMBALASAN*. *Sejarah baru saja menulis ulang dirinya sendiri, dan tinta yang digunakan adalah darah.*
You Might Also Like: 0895403292432 Cari Skincare Aman Ini

Post a Comment