Baiklah, ini dia cerita pendek bergaya Dracin yang kamu inginkan: **Aku Adalah Hantu di Cintanya yang Tak Mau Pergi** Desiran angin malam menerobos tirai usang kamar ini, membawa serta aroma bunga *mei* yang menusuk kalbu. Setiap hembusan bagai alunan *guqin* yang lirih, mengiringi penyesalan yang tak pernah lekang. Aku, atau tepatnya bayanganku, berdiri di sudut ruangan, mengawasi dirinya—Lin Wei—lelaki yang kucintai dan yang telah mengkhianatiku. Lima tahun sudah aku mati. Lima tahun aku menjadi hantu di rumah ini, *menjadi hantu* di cintanya yang tak mau pergi. Dulu, aku dan Wei adalah sepasang kekasih yang saling memuja. Aku seorang pelukis, dia seorang penulis. Kami membangun istana cinta dari tinta dan warna, dari mimpi dan harapan. Namun, semua itu hancur berkeping-keping ketika dia bertemu dengan Mei Lan, putri seorang pejabat tinggi. Aku melihatnya. Aku menyaksikan sendiri bagaimana matanya berbinar saat memandang Mei Lan, bagaimana tangannya gemetar saat menyentuh jemari gadis itu. Hatiku remuk. Jiwaku tercabik. Tapi aku memilih diam. Bukan karena aku lemah, bukan karena aku tak mampu melawan. Aku diam karena aku menyimpan sebuah rahasia. Sebuah rahasia yang jika terungkap, akan menghancurkan segalanya. Rahasia itu terukir di sebuah liontin giok berbentuk naga, peninggalan ibuku. Liontin itu BUKAN sekadar perhiasan. Ia adalah kunci. Kunci untuk membuka kekuatan tersembunyi keluarga kami, kekuatan yang diinginkan banyak orang, termasuk keluarga Mei Lan. Dan Wei… dia tahu. Dia tahu tentang liontin itu. Dia mendekatiku bukan karena cinta, tapi karena menginginkan kekuatan itu. Aku memilih mengalah. Aku membiarkan Wei menikahi Mei Lan. Aku membiarkan diriku mati dalam kesunyian, terlindas oleh ambisi dan keserakahan. Namun, kematian bukanlah akhir. Aku terikat pada liontin itu, menjadi hantu penjaga yang tak bisa tenang. Aku melihat bagaimana Wei menderita dalam pernikahannya. Mei Lan ternyata adalah wanita yang kejam dan manipulatif. Wei hidup dalam sangkar emas, terkurung dalam kekayaan yang tidak membahagiakannya. Misteri mulai terkuak setahun lalu. Aku melihat Mei Lan diam-diam bertemu dengan seorang pria misterius di taman belakang rumah. Mereka berbicara tentang sebuah ritual, tentang pengorbanan, dan tentang bagaimana membuka kekuatan liontin naga itu. Aku mengerti. Mei Lan menginginkan kekuatan itu untuk dirinya sendiri. Dia berencana menyingkirkan Wei setelah mendapatkan apa yang dia inginkan. Dan inilah saatnya. Malam ini, bulan purnama bersinar terang. Ritual itu akan dilakukan. Mei Lan sudah menyiapkan segalanya. Aku melihat Wei terikat di altar, matanya dipenuhi ketakutan dan penyesalan. Mei Lan berdiri di depannya, senyum kemenangan terukir di bibirnya. Saat Mei Lan hendak memulai ritual, aku bertindak. Bukan dengan kekuatan hantu, bukan dengan teriakan atau amarah. Aku hanya… **membisikkan kebenaran** ke dalam pikirannya. Aku mengungkap semua kebohongan Wei, semua pengkhianatan dan ambisinya. Mei Lan terkejut. Marah. Dia mengkhianati Wei, tapi Wei mengkhianatinya lebih dulu. Kekuatan liontin naga itu membutuhkan hati yang murni, bukan hati yang dipenuhi keserakahan. Dan saat itulah, takdir berbalik arah. Kekuatan liontin itu berbalik melawan Mei Lan. Energi yang tadinya akan digunakan untuk membuka kekuatan itu, menghancurkan dirinya sendiri. Wei selamat. Dia terbebas dari cengkeraman Mei Lan. Tapi dia tidak bahagia. Dia tahu, semua ini adalah akibat perbuatannya sendiri. Dia tahu, aku telah membalas dendam tanpa kekerasan, hanya dengan membiarkan takdir memainkan perannya. Wei kini hidup sendiri, diliputi penyesalan dan kesepian. Dia tidak bisa melupakan aku, tidak bisa melupakan pengkhianatannya. Dia melihatku dalam setiap bayangan, mendengar suaraku dalam setiap desiran angin. Dia tahu, aku akan selalu menjadi hantu di cintanya, hantu yang tak mau pergi. Dan dia tahu… dia *pantas* mendapatkannya… selamanya. Apakah Wei benar-benar pantas menderita selamanya, atau adakah secercah harapan untuknya?
You Might Also Like: 0895403292432 Skincare Lokal Untuk
Post a Comment