Harus Baca! Aku Menjadi Pixel Dalam Hatimu Yang Tak Bisa Diperbaiki

Baik, inilah kisah Dracin intens dengan judul "Aku Menjadi Pixel Dalam Hatimu Yang Tak Bisa Diperbaiki", dengan elemen yang Anda inginkan: **Aku Menjadi Pixel Dalam Hatimu Yang Tak Bisa Diperbaiki** Malam merayap lambat, bagai sungai tinta yang tumpah di atas kanvas kelam. Salju turun dengan nada kematian, setiap butirnya menempel di jubah merah *darah* milik Lin Wei, menjadikannya lukisan mengerikan di tengah keheningan kuil tua. Asap dupa berputar-putar, menari bersama bisikan rahasia yang telah lama terkubur. Di hadapannya, berlututlah Zhang Feng, sang pewaris tahta yang dulu dipujanya, kini dipenuhi lumpur dan noda khianat. "Lin Wei... jangan lakukan ini," lirih Zhang Feng, suaranya serak, hampir tak terdengar di antara deru angin dan gemerisik salju. Lin Wei tertawa, tawa pahit yang membelah keheningan. "Jangan lakukan ini? Apakah kau pikir kata-kata *itu* masih punya arti bagiku, Zhang Feng? Setelah semua yang kau lakukan?" Dulu, di bawah pohon sakura yang bermekaran, mereka berjanji. Janji yang terukir di hati Lin Wei, janji yang kini hanya menjadi abu di lidah Zhang Feng. Ia mengingat aroma manis sakura, kontras dengan bau anyir darah yang kini menguar dari kuil. Matanya memandang rendah sosok Zhang Feng. "Kau berjanji akan melindungiku, mencintaiku... tapi kau lebih memilih tahta, kekuasaan, dan mengorbankan diriku di altar ambisimu." Kilasan masa lalu menghantamnya seperti gelombang pasang. Pengkhianatan sahabat, pembunuhan keluarga, dan penolakan Zhang Feng ketika ia paling membutuhkan. Air mata mengalir di pipi Lin Wei, membeku menjadi kristal es di tengah dinginnya malam. Setiap tetesnya adalah ingatan pahit, setiap ingatan adalah **bara** dendam yang membakar hatinya. "Kau tahu, Zhang Feng," bisiknya, suaranya dingin bagai es yang membungkus hatinya. "Kau tidak membunuhku saat itu. Kau hanya memecah hatiku menjadi jutaan *pixel*. Dan setiap pixel itu kini berbalik melawanmu." Zhang Feng mencoba meraihnya, namun Lin Wei menghindar dengan gerakan lincah. Di tangannya tergenggam pisau perak, berkilauan tertimpa cahaya bulan. "Rahasia lama… akhirnya terbongkar," desisnya. "Rahasia tentang siapa yang sebenarnya membunuh ayahmu, rahasia tentang pengkhianatan kakakmu, dan rahasia tentang anak haram yang kau sembunyikan." Zhang Feng terkejut. Bagaimana bisa dia tahu semua itu? Lin Wei menatapnya dengan tatapan kosong. "Aku tahu semuanya, Zhang Feng. Karena aku telah menjadi bayanganmu, mata-matamu, dan bahkan… _pixel_ di dalam hatimu." Ia mengangkat pisau itu tinggi-tinggi, lalu menurunkannya dengan gerakan cepat dan mematikan. Tidak ada teriakan, tidak ada perlawanan. Hanya desahan lirih dan percikan darah merah di atas salju putih. Lin Wei berdiri di atas mayat Zhang Feng, memandang ke langit yang mulai memudar. Balas dendamnya telah selesai. Hatinya kosong, hampa. Namun, ada sesuatu yang masih mengganjal, sesuatu yang terasa *salah*. Ia berbalik, meninggalkan kuil yang berlumuran darah. Di belakangnya, mayat Zhang Feng tergeletak membeku di tengah salju. Sebuah catatan kecil terjatuh dari tangannya, tertiup angin dan hinggap di wajah Zhang Feng. " _**Aku** adalah anak haram yang kau sembunyikan._ " Dan malam itu, angin berbisikkan sebuah rahasia yang lebih mengerikan dari kematian itu sendiri...
You Might Also Like: Adidas 3 3 Stripe Ss Polo Adidasalways

OlderNewest

Post a Comment